Tingkat Kepuasan Terhadap Sekolah Rendah dan Tingkat Stres Meningkat di Kalangan Remaja

Ketika pola kehidupan berubah dengan cepat karena krisis pandemi Covid-19, maka tingkat stres kaum muda juga meningkat.

Menurut ‘Statistik Pemuda 2021’ yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Korsel, serta Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga pada 25 Mei 2021, sekitar 48,4% remaja menjawab bahwa kehidupan sekolah mereka berubah negatif tahun lalu karena pandemi Covid-19.

46% di antara mereka mengatakan bahwa stres akademik mereka meningkat tahun lalu karena pandemi Covid-19.

Karena pembelajaran jarak jauh meningkat akibat pandemi Covid-19, waktu yang dihabiskan untuk menggunakan internet di antara kaum remaja tahun 2020 meningkat 10 jam dibandingkan tahun 2019. Selain itu, 4 dari 10 remaja ditemukan berisiko ketergantungan smartphone.

Persentase Kenaikan Gaji Tertinggi di Tahun 2020 Dipegang Kakao

Di antara 30 perusahaan teratas yang terdaftar, gaji rata-rata per karyawan dari 23 perusahaan mengungkapkan bahwa gaji mereka pada tahun 2020 meningkat 5,8% dibandingkan tahun 2019, dan gaji rata-rata per karyawan Kakao meningkat 35,0% dibandingkan tahun 2020.

Pada 24 Mei 2021, Job Korea menganalisis gaji karyawan dari 23 perusahaan dari 30 perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi pada tahun 2019 dan 2020. Analisis itu mengungkapkan bahwa rata-rata gaji per tahun pada tahun 2020 adalah 92.900.000 KRW atau naik 5,8% dari 87.840.000 KRW pada tahun 2019.

다음으로 연봉이 크게 오른 기업은 ‘엔씨소프트’로, 직원 1인 평균 급여가 8,641만원에서 1억549만원에서 22.1% 올랐다. ‘네이버’도 직원 1인 평균 급여가 8,455만원에서 지난해 1억247만원으로 21.2% 올랐다. 

Perusahaan dengan kenaikan gaji karyawan terbesar adalah Kakao, di mana gaji rata-rata per karyawan tahun 2020 adalah 108 juta won atau naik 35,0% dari tahun 2019, yaitu 80 juta won.

Perusahaan berikutnya yang gaji tahunannya meningkat signifikan adalah NCsoft, yang rata-rata gaji per karyawannya naik 22,1% dari 864,1 juta KRW menjadi 105,4 juta KRW. Di Naver, gaji rata-rata per karyawan naik 21,2% dari 84,55 juta KRW menjadi 12,47 juta KRW pada tahun 2020.

Komnas HAM Menyatakan Bahwa Imigran Seharusnya Tetap Bisa Menjaga Status NHIS Walau Jenis Visa Berubah

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Korea Selatan memberikan rekomendasi kepada Menteri Kesehatan dan Kepala Asuransi Kesehatan Nasional Koresel agar para imigran yang terdaftar di dalam asuransi kesehatan nasional Korsel (NHIS) bisa tetap mempertahankan statusnya walaupun status izin tinggalnya berubah dari imigran dengan izin tinggal jangka panjang ke jenis visa lain.

Pada 25 Mei 2021, Komnas HAM menyatakan bahwa ada seorang imigran yang terdaftar dalam NHIS karena masuk dengan izin visa tinggal jangka panjang, tetapi diberhentikan dari sistem NHIS ketika tipe visanya berubah. Pihak NHIS beralasan bahwa status kependudukannya tidak sesuai sehingga imigran tersebut tidak bisa terdaftar sebagai pemegang NHIS. Komnas HAM menyatakan bahwa NHIS perlu melakukan perubahan agar titik buta medis tidak terjadi.

Bantuan Fasilitas Keamanan dan Bel Darurat untuk Wanita yang Tinggal Sendirian di Seoul

Pada 23 Mei 2021, Pemerintah Kota Seoul mengumumkan bahwa pada tahun 2021, pemerintah akan memperluas proyek untuk mendukung perangkat keselamatan guna mencegah kejahatan bagi perempuan yang hidup sendiri.

Pemerintah Kota Seoul berencana untuk memperluas proyek bantuan yang dilaksanakan di 11 distrik otonom pada tahun 2020 menjadi 18 distrik otonom pada paruh pertama tahun 2021 dan ke-25 distrik otonom pada paruh kedua tahun 2021 melalui pembentukan anggaran tambahan.

Pemerintah Kota Seoul akan fokus pada penyediaan perangkat keamanan untuk wanita yang tinggal sendirian dan juga bagi wanita yang membuka toko, yang secara geografis dan lingkungan rentan terhadap kejahatan. Contohnya seperti wanita yang tinggal di kamar kos yang berusia tua dan juga wanita lajang yang tinggal di area hunian multi-keluarga.

Fasilitas keamanan yang akan diberikan sebagai bantuan kepada wanita yang tinggal sendirian termasuk kunci pintu ganda, bel darurat portabel, kunci jendela, dan sensor keamanan pintar

Wanita lajang atau orang tua tunggal yang tinggal sendirian dapat mengajukan permohonan jika memenuhi standar biaya sewa bulanan tempat tinggalnya.

Wanita yang berbisnis dengan membuka toko sendirian dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan bel darurat agar tokonya aman.

Panduan Pedoman Rudal Diakhiri Melalui KTT AS-Korsel

Pada konferensi pers bersama untuk KTT ROK-AS yang diadakan di Washington pada sore hari tanggal 21 Mei 2021 waktu setempat, Presiden Moon Jae-in mengumumkan berakhirnya pedoman rudal antara Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Pedoman Rudal Korea-AS yang dibuat pada tahun 1979 membatasi jangkauan dan berat hulu ledak alih-alih mentransfer teknologi yang diperlukan untuk pengembangan rudal balistik dari Amerika Serikat.

Baik Korea dan Amerika Serikat telah merevisi pedoman ini empat kali sejauh ini, tetapi pada pertemuan puncak, kedua negara menyimpulkan bahwa pedoman misil ini resmi dicabut untuk mengamankan kedaulatan rudal.

Pencabutan pedoman rudal ini berarti mengangkat jangkauan maksimum dan pembatasan berat rudal balistik sehinggamemungkinkan Korea Selatan untuk mengembangkan tidak hanya roket sipil tetapi juga militer.

Dinas Pendidikan Seoul Memberikan Usulan Bantuan kepada Anak-anak Imigran

Pada 17 Mei 2021, Dinas Pendidikan Kota Seoul mengumumkan bahwa dinas tersebut akan mengusulkan kepada pemerintah mengenai agenda Pendanaan Taman Kanak-Kanak dan Bantuan Sekolah untuk Anak-anak Berkewarganegaraan Asing yang diusulkan dan disetujui oleh Dewan Nasional Pengawas Provinsi.

Isi dari usulan tersebut adalah revisi pedoman yang relevan agar biaya sekolah dapat diberikan kepada warga negara asing berusia 3-5 tahun yang sedang bersekolah di jenjang taman kanak-kanak.

Pada Maret tahun 2020, ada 667 anak warga negara asing yang bersekolah di taman kanak-kanak di Seoul dan total 4.211 anak di seluruh penjuru Korea Selatan.

Anak-anak berkewarganegaraan Korea Selatan mendapatkan bantuan uang sekolah untuk taman kanak-kanak negeri sebesar 130.000 won per bulan dan taman kanak-kanak swasta sebesar 330.000 won per bulan, tetapi tidak ada bantuan untuk warga negara asing.

Sistem Pelaporan Sewa Rumah Dilaksanakan Per 1 Juni

Sistem pelaporan sewa rumah, baik sewa bulanan maupun sewa dengan uang deposit kunci, berlaku mulai 1 Juni 2021.

Sistem ini mewajibkan pemilik rumah dan penyewa untuk melaporkan kepada pemerintah daerah setempat mengenai rumah yang disewakan maksimal 30 hari setelah kontrak ditanda tangani.

Semua kontrak sewa dengan deposit yang melebihi KRW 60 juta dan sewa bulanan sebesar KRW 300.000 harus dilaporkan di wilayah ibu kota, kota metropolitan, Kota Sejong, dan kota-kota lain di seluruh penjuru Korea Selatan.

Hukuman untuk kelalaian laporan dikenakan dari 40.000 won hingga maksimum 1 juta won sebanding dengan periode non-pelaporan dan jumlah kontrak.

Pemerintah Korsel Harus Bersiap Menghadapi Kenaikan Suku Bunga AS

Pemerintah Korea Selatan menyatakan bahwa pemerintah harus bersiap menghadapi dampak kenaikan suku bunga AS.

Pada tanggal 17 Mei 2021, Kementerian Strategi dan Keuangan Korsel mengumumkan hal tersebut melalui data agenda Rapat Menteri Luar Negeri yang bertajuk Pengecekan dan Implikasi Kebijakan Ekonomi Pemerintah Biden.

Kementerian Strategi dan Keuangan menganalisis bahwa jika inflasi terjadi di AS atau ada kenaikan tarif dasar, maka tekanan untuk menaikkan tarif dasar di Korea akan meningkat dan pengelolaan utang rumah tangga akan terbebani.

Seorang Pria Afrika yang Menjadi Tunawisma Selama 14 Bulan di Bandara Akhirnya Memenangkan Gugatan

Seorang pria yang berasal Afrika dan menghabiskan 14 bulan di bandara bahkan tanpa bisa mengajukan status pengungsi karena menjadi penumpang transit, akhirnya memenangkan gugatan terakhir terhadap Kementerian Kehakiman Korea Selatan.

Menurut pengadilan pada 17 Mei 2021, Kantor Imigrasi Bandara Internasional Incheon dan Kementerian Kehakiman tidak mengajukan banding atas keputusan Pengadilan Tinggi Seoul untuk mencabut sebagian dari gugatan kepada Kementerian Kehakiman yang diajukan oleh A pada 21 April 2021.

A mencoba mendaftar untuk status pengungsi setelah tiba di Bandara Internasional Incheon. A mengklaim bahwa dia telah mengalami penganiayaan secara politik di negaranya pada Februari tahun 2020, tetapi Kementerian Kehakiman menolak aplikasi tersebut karena tujuan penerbangannya bukanlah Korea Selatan, sehingga A mengajukan gugatan ke pengadilan.

Setelah itu, A tinggal di area transfer Bandara Incheon selama lebih dari setahun, dan pengadilan persidangan pertama dan kedua memutuskan bahwa adalah ilegal bagi Kementerian Kehakiman untuk menolak menerima pendaftaran status pengungsi.