Apa Saja yang Berubah di Korea pada Tahun 2022?

Upah minimum untuk tahun 2022 telah dinaikkan menjadi 9.160 KRW. Oleh karena itu, upah minimum menjadi 73.280 KRW jika bekerja 8 jam sehari, dan 1.914.440 KRW untuk gaji bulanan.

Bayi yang baru lahir akan diberikan voucher senilai 2 juta KRW mulai April 2022, dan jika orang tua mengambil cuti lahir secara bersamaan atau berurutan dalam 12 bulan setelah melahirkan, maka orang tua bisa mendapatkan bantuan selama 3 bulan pertama hingga 3 juta won per bulan dan bantuan gaji sebesar 100% dari gaji normal .

Standar pendapatan untuk pembayaran insentif kerja telah dinaikkan sebesar 2 juta KRW per rumah tangga menjadi 22 juta KRW untuk masyarakat yang tinggal sendirian, 32 juta won untuk rumah tangga berpenghasilan tunggal, dan 38 juta won untuk rumah tangga berpenghasilan ganda.

‘Sistem penghentian permainan’, yang membatasi waktu permainan internet untuk remaja di bawah usia 16 tahun pada jam larut malam dari 0 hingga 6 pagi, telah digantikan oleh ‘sistem pemilihan waktu permainan’, yang menetapkan waktu permainan secara sukarela di permintaan remaja di bawah usia 18 tahun.

Bantuan untuk biaya kegiatan pendidikan yang dibayarkan kepada siswa dari rumah tangga berpenghasilan rendah juga telah diperluas, meningkat rata-rata 21% menjadi 331.000 KRWuntuk siswa SD, 466.000 KRW untuk siswa SMP, dan 554.000 KRW untuk siswa SMA.

Dalam hal hari libur alternatif, yang diperluas secara bertahap sesuai dengan ukuran perusahaan, maka kebijakan ini juga akan diperluas ke perusahaan swasta dengan 5 atau lebih dan kurang dari 30 karyawan, dan hari libur umum dan hari libur alternatif seperti hari libur dan hari libur nasional harus dijamin sebagai hari libur berbayar.

Sistem pengurangan jam kerja, yang memungkinkan pekerja untuk meminta pengurangan jam kerja dari pemberi kerja untuk alasan seperti perawatan keluarga, kesehatan pribadi, tugas sekolah, dan persiapan pensiun, juga akan diperluas ke tempat kerja dengan karyawan kurang dari 30 orang.

Maksimal 6 Orang untuk Pertemuan Pribadi dan Maksimal Jam 9 untuk Pengoperasian Bisnis

Pemerintah Korea Selatan telah memutuskan untuk meningkatkan jumlah orang yang diizinkan untuk melakukan pertemuan pribadi selama tiga minggu dari 17 Januari hingga 6 Februari dari empat orang menjadi enam orang.

Pada 14 Januari 2022, pemerintah Korea Selatan mengumumkan rencana untuk pembatasan sosial yang akan memungkinkan hanya 4 hingga 6 orang untuk pertemuan pribadi dan menetapkan jam operasional restoran menjadi jam 9 malam.

Pemerintah mengatakan akan terus menjaga pembatasan sosial ini mengingat mutasi omicron akan menjadi dominan dan kemungkinan akan ada hingga 30.000 kasus yang dikonfirmasi pada akhir Februari 2022.

Pemerintah juga meminta agar masyarajat menahan diri untuk tidak mengunjungi kampung halaman dan bertemu atau berkumpul dengan keluarga dan teman selama liburan Seollal mendatang.

BOK Menaikan Suku Bunga Dasar Menjadi 1,25%

Pada 14 Januari 2022, Bank of Korea menaikkan suku bunga dasar dari 1,00% per tahun menjadi 1,25%.

Setelah November 2021, Bank of Korea menaikkan suku bunga utama dua kali berturut-turut.

Suka bunga dasar mencapai 1,25% atau sama seperti suku bunga dasar sebelum pandemi COVID-19 untuk pertama kalinya dalam 22 bulan.

Bank of Korea mempertimbangkan kemungkinan menaikkan suku bunga utama lebih lanjut dengan pertimbangan meningkatnya inflasi dan penghematan di AS.

Konfederasi Serikat Pekerja Menerbitkan Buku Mengenai Pekerja Migran dalam 8 Bahasa

Pada 29 Desember 2021, Konfederasi Serikat Pekerja (민주노총) mengumumkan bahwa setelah enam bulan persiapan, mereka telah memproduksi dan mendistribusikan buku teks multibahasa untuk aktivis buruh migran yang berjudul ‘Pekerja Migran yang Merubah Masyarakat’.

Dalam situasi di mana tidak ada buku teks gerakan buruh untuk pembinaan eksekutif dan aktivis buruh migran, Konfederasi Serikat Pekerja menghasilkan buku teks multibahasa untuk pengurus serikat dan aktivis masyarakat yang membidik gerakan serikat.

Selain bahasa Korea dan Inggris, buku teks diproduksi dalam bahasa Nepal, Myanmar, Bangladesh, Sri Lanka, Vietnam, dan Mandarin.

Buku berjudul ‘Pekerja Migran yang Merubah Masyarakat’ dapat diunduh dalam bentuk file PDF dari perpustakaan dokumen situs web Konfederasi Serikat Pekerja.

Badan Kepolisian Gyeonggi Selatan Memperluas Pengoperasian Kelas Persiapan Tes SIM bagi WNA

Badan Kepolisian Gyeonggi Selatan memutuskan untuk memperluas pengoperasian kelas persiapan ujian untuk mendapatkan surat izin mengemudi bagi warga negara asing, jumlah kantor polisi yang berpartisipasi bertambah dari 17 kantor polisi menjadi 27 kantor polisi mulai tahun 2022.

Menurut laporan berjudul ‘Kejahatan Lalu Lintas oleh Warga Negara Asing’ yang dikeluarkan oleh Badan Kepolisian Gyeonggi Selatan, ada 632 kasus mengemudi tanpa izin oleh WNA pada tahun 2020, atau meningkat sekitar 50% dalam tiga tahun dari 400 kasus pada tahun 2018.

‘Kelas Persiapan Tes SIM bagi WNA’ terbuka untuk semua WNA yang tinggal di Korea Selatan, termasuk wanita migran, pekerja migran, dan pelajar internasional.

Imigran atau pemilik bisnis yang ingin berpartisipasi dapat menghubungi Departemen Kepolisian Gyeonggi Selatan atau Police Civil Service di nomor 182.

Karantina 10 Hari Bagi Pengunjung dari Luar Korea dan Larangan Berkumpul

Pada 1 Desember 2021, lima kasus infeksi ‘mutasi Omicron’ atau virus mutan dari virusCovid-19, pertama kali dikonfirmasi di Korea Selatan.

Pada hari yang sama, pemerintah Korsel mengumumkan bahwa semua pengunjung yang masuk ke wilayah Korsel, termasuk warga negara Korsel, akan dikarantina selama 10 hari terlepas dari apakah mereka divaksinasi atau tidak untuk mencegah masuknya Omicron lebih lanjut. Kebijakan ini berlaku sementara selama dua minggu.

Pada tanggal 3 Desember 2021, pemerintah menghentikan sementara kebijakan’hidup bersama Covid-19′ yang telah berlangsung selama satu bulan di bulan November 2021 dan menetapkan ‘masa pelaksanaan protokol kesehatan khusus’ selama satu bulan di bulan Desember 2021.

Selain itu, terdapat beberapa fasilitas yang menerapkan izin vaksin, yang memeriksa apakah pengunjung telah divaksinasi lengkap atau belum. Kebijakan tersebut kini telah diperluas ke restoran, kafe, akademi, dan warnet.

Bantuan 1,36 Juta KRW Untuk Perawatan Covid-19 di Rumah

Pemerintah Korea Selatan telah memutuskan untuk memberikan bantuan biaya hidup tambahan untuk pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah dan mempersingkat periode karantina keluarga dari 10 hari menjadi 7 hari.

Menurut pengumuman pemerintah pada 8 Desember 2021, keluarga yang berisi empat orang dapat menerima bantuan 1.364.920 KRW untuk biaya hidup selama 10 hari, atau lebih tinggi 460.000 KRW daripada bantuan sebelumnya. Persyaratannya adalah pasien yang dirawat di rumah tersebut sudah divaksin lengkap atau sudah pulih dari Covid-19. Anak-anak di bawah 18 tahun pun termasuk ke dalam jumlah anggota keluarga tersebut.

Subsidi akan ditingkatkan menjadi 559.000 KRW untuk keluarga dengan satu orang anggota keluarga, 872.850 KRW untuk keluarga untuk dua orang anggota keluarga, 1.129.280 KRW untuk keluarga untuk tiga orang anggota keluarga, dan 1.5449.070 KRW untuk keluarga dengan lima orang anggota atau lebih.

Selain itu, pemerintah memutuskan untuk mempersingkat masa karantina bersama dari 10 hari menjadi 7 hari untuk meringankan beban karantina keluarga pasien positif.

Anggota keluarga yang telah divaksinasi secara lengkap akan dapat pergi bekerja atau pergi ke sekolah mulai hari ke-8 jika tes PCR negatif pada hari ke-6 hingga ke-7 karantina.

Bukti Vaksin Bagi Remaja Kelahiran Tahun 2003-2009

Pada tanggal 4 Desember 2021, pemerintah Korea Selatan mengumumkan kelompok usia yang memenuhi syarat untuk mendapatkan bukti vaksin yang bisa dipakai untuk memasuki berbagai jenis fasilitas di Korsel. Kebijakan tersebut akan diterapkan mulai Februari 2022 dengan remajan yang lahir mulai tanggal 1 Januari 2003 hingga 31 Desember 2009.

Saat ini, kelompok usia tersenbut masih berada pada bangku kelas 6 SD hingga kelas 3 SMA. Akan tetapi pada tahun 2022, siswa SD tersebut akan menjadi siswa SMP kelas 1. 

Vaksinasi saat ini sedang berlangsung untuk kelompok usia ini, dan pendaftaran tambahan dilakukan hingga pukul 6 sore pada tanggal 31 Desember 2021.

Perpanjangan Penundaan Pembayaran Debitur Perorangan Selama 6 Bulan

Debitur perorangan yang mengalami kesulitan akibat berkurangnya pendapatan akibat penyebaran Covid-19 dapat mengajukan penundaan pembayaran kredit rumah tangga hingga Juni tahun 2022.

Debitur yang telah menerima penundaan pembayaran pun dapat mengajukan penundaan pembayaran kembali hingga hingga satu tahun karena periode ini merupakan periode perpanjangan jangka waktu ketiga kalinya.

Bagi debitur perorangan yang kesulitan mendapatkan pemasukan akibat pandemi Covid-19, pemerintah Korea memperkenalkan sistem ‘free work out’ pada tahun 2020 dan mengumumkan pada 7 Desember 2021 bahwa pemerintah akan memperpanjangnya lagi.

Debitur perorangan yang kredit rumah tangganya menunggak selama kurang dari tiga bulan atau berisiko menunggak karena penurunan pendapatan sejak krisis pandemi Covid-19 tahun 2020 dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.