Pemerintah Seoul Memberikan Voucher Sebesar 100.000 KRW Kepada Siswa SD, SMP, dan SMA

Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Seoul berencana untuk memberikan Voucher Makanan sebesar 100.000 KRW per siswa selama periode pembelajaran jarak jauh kepada siswa SD, SMP, dan SMA di dalam kota Seoul.

Pada 10 Mei 2021, Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Seoul mengumumkan bahwa pemerintah bekerja sama dengan Asosiasi Industri Toko Serba Ada Korea untuk membantu memberikan bantuak voucher kepada para siswa. Pemerintah kota dan 25 distrik otonomnya membagikan voucher dengan harapan bisa mengurangi beban para orang tua murid terkait dengan makanan para siswa pada saat pebelajaran jarak jauh.

Syarat pembagian voucher adalah siswa SD, SMP, dan SMP yang melakukan pembelajaran jarak jauh, atau sejumlah sekitar 560.000 orang siswa.

Siswa kelas 1-2 SD dan kelas 3 SMA yang melakukan pembelajaran tatap muka setiap hari, siswa yang mendapatkan manfaat dari paket makan yang fleksibel, dan siswa dari keluarga berpenghasilan rendah yang memenuhi syarat untuk mendapatkan kartu makan anak, tidak bisa ikut serta dalam program ini.

Siswa terkait bisa mendapatkan 100.000 KRW melalui poin di dalam platform pembayaran Zero Pay sendiri jika sudah berusia 14 tahun ke atas, atau menggunakan platform orang tua apabila berusia di bawah 14 tahun.

Poin bantuan tersebut bisa digunakan di 6 buah minimarket franchise seperti GS25, CU, Seven Eleven, Mini Stop, dll.

Voucher tersebut hanya bisa digunakan di dalam 10 kelompok makanan tertentu.

Wajib SIM dan Helm untuk Pemakaian Skuter Listrik di Korea

Terhitung mulai 13 Mei 2021, seluruh pengemudi skuter listrik di Korea Selatan harus memiliki SIM khusus skuter listrik dan juga harus memakai helm saat mengemudikan skuter listrik.

Pada 11 Mei 2021, badan yang terkait dengan revisi undang-undang keselamatan lalu lintas seperti Kementerian Agraria, Infrastuktur, dan Transportasi; Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan; serta badan kepolisian, menyatakan menerapkan revisi undang-undang per 13 Mei 2021.

Berdasarkan perubahan undang-undang tersebut, denda 100.000 won akan dijatuhkan untuk apabila masyarakat mengendarai kendaraan pribadi tanpa memegang minimal SIM kendaraan bermotor level 2.

Apabila masyarakat tidak mengenakan perangkat keselamatan seperti helm, maka masyarakat bisa didenda sebesar 20.000 won. Apabila skuter listrik dinaiki oleh dua orang atau lebih, maka bisa dikenakan denda sebesar 40.000 won.

514 Orang Tahanan Dibebaskan pada Hari Raya Waisak

<석가탄신일 맞아 수형자 514명 가석방>

Sekitar 500 orang tahanan dibebaskan menjelang perayaan hari raya Waisak.

Menurut petugas penegak hukum pada tanggal 13 Mei 2021, 514 orang tahanan di 54 penjara di seluruh Korea Selatan akan dibebaskan dalam rangka perayaan hari raya Waisak di Korea Selatan pada 19 Mei 2021.

Pembebasan kali ini merupakan pembebasan bersyarat, artinya tahanan bukan dibebaskan secara cuma-cuma, akan tetapi berada di dalam tahanan kota. dalam periode tertentu.

Kebijakan mengenai pembebasan bersyarat ini akan diterapkan mulai Juli 2021.

Kementerian kehakiman memperkirakan bahwa skitar 10% tahanan akan mendapatkan pemeriksaan tambahan terkait dengan pengetatan standar pemeriksaan.

KDI Merevisi Pertumbuhan Ekonomi Korea dari 3,1% Menjadi 3,8%

Institut Pembangunan Korea (KDI) menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan menjadi 3,8% berdasarkan atas jumlah ekspor yang terus membaik akhir-akhir ini. KDI juga meningkatkan perkiraan pertumbuhan harga konsumen menjadi 1,7% berdasarkan kenaikan harga minyak internasional akhir-akhir ini.

Pada 13 mei 2021, KDI menyampaikan revisi perkiraan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan pada semester kedua tahun 2021 dari 3,1% yang diumumkan pada November 2021, menjadi 3,8%.

Perkiraan kdi ini lebih tinggi daripada IMF (3,6%), OECD (3,3%), dan Bank Pembangunan Asia (3,5%), akan tetapi lebih rendah daripada perkiraan Korea Institute of Finance (4,1%), JP Morgan (4,7%) dan juga pemerintah (4%).

Wanita Berusia 50an yang Keluar Saat Menjalani Isolasi Mandiri Dikenai Hukuman Penjara 6 Bulan

Seorang wanita berusia 50-an tahun yang diwajibkan untuk menjalani swakarantina, tetapi keluar untuk bertemu dengan temannya, akhirnya dijatuhi hukuman penjara. Ia keluar dari lokasi isolasi mandiri dan ternyata diketahui positif Covid-19 sehari setelah masa swakarantinanya dimulai.

Menurut pengadilan pada 13 Mei 2021, A yang berusia sekitar 50-an tahun, dihukum penjara selama 6 bulan karena telah melanggar Undang-undang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular.

A menerima notifikasi dari otoritas karantina bahwa ia adalah salah satu orang yang wajib untuk melakukan swarakarantina pada Juli 2020. Akan tetapi, pada hari itu juga jam 8 malam, ia keluar dari rumahnya untuk bertemu dengan temannya di salah satu toko roti di daerah Songpa-gu, Seoul. Ia dipastikan positif Covid-19 harinya.

Selain itu, a juga memberikan pernyataan palsu kepada otoritas karantina mengenai aktivitas dirinya sebelum karantina.

Pengadilan menjelaskan bahwa hukuman ini dijatuhkan karena A telah membuat sistem karantina menjadi kacau, menyebabkan keborosan tenaga dan biaya, serta meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular.

A mengajukan surat banding terhadap putusan hukuman di sidang pertama.

Pembebasan Dua Orang yang Memasang Brosur di Depan Kedutaan Prancis

Dua orang beragama Islam yang ditangkap karena menempel brosur berisi konten yang mengancam seperti ‘Jangan Menghina Islam’ di dinding Kedutaan Besar Prancis di Korea Selatan dijatuhi hukuman percobaan penjara pada persidangan pertama lalu dibebaskan.

Pada 12 Mei 2021, pengadilan Distrik Barat Seoul menghukum A yang berkewarganegaraan Rusia dan B yang berkewarganegaraan Kirgizstan masing-masing dengan enam bulan kurungan penjara dan satu tahun masa percobaan atas tuduhan ancaman terhadap diplomat asing.

Mereka ditangkap karena melarikan diri setelah memasang empat lembar brosur kertas ukuran A4 di dinding Kedutaan Besar Prancis di Seoul dan di dinding luar gedung sekitarnya pada sekitar pukul 10 malam 1 November 2021.

Mereka menulis tulisan seperti ‘Jangan Menghina Islam’ atau ‘Kami Akan Membunuh Orang-orang yang Mengangkat Pisau kepada Kami’ dan sebagainya di brosur tersebut.

Pengadilan menganggap bahwa ancaman mereka termasuk ke dalam ancaman terhadap seluruh pegawai dan staf Kedutaan Besar Prancis di Korea, akan tetapi bukan terhadap Duta Besar Prancis di Korea. Mereka diputuskan tidak bersalah pada tuduhan ancaman terhadap diplomat asing namun diputuskan bersalah terhadap ancaman secara umum.

Berdasaran putusan masa percobaan tersebut, A yang ditangkap telah dibebaskan pada hari putusan pengadilan.

Pekerja Migran Beraksi Menjelang Hari Buruh

Pekerja migran di Korea melakukan aksi damai di berbagai tempat di Seoul. Mereka meminta penghapusan pembatasan perubahan tempat kerja dan meminta adanya jaminan asrama agar imigran bisa hidup normal seperti manusia. Aksi ini diadakan seminggu sebelum hari buruh.

Pada 25 April 2021, organisasi migran seperti Serikat Pekerja Migran dan Solidaritas Setara Pekerja Migran berjalan kaki dari Stasiun Myeongdong, Stasiun Taman Sejarah dan Budaya Dongdaemun, kantor pusat Lotte Department Store, dan Jembatan Jeontaeil di depan Pasar Pyeonghwa di Jongno-gu ke Kantor Ketenagakerjaan dan Perburuhan Regional Seoul di Jung-gu. Setelah itu, konferensi pers diadakan.

Pada pertemuan ini, mereka mengangkat isu upah rendah, kerja panjang, intensitas tinggi dan berbagai diskriminasi rasial pasca pandemi Covid-19 yang dihadapi buruh migran di Korea.

Mereka mendesak penghapusan sistem izin kerja yang melarang buruh migran berpindah tempat kerja, mengutip kasus buruh migran pertanian yang terkena kekerasan seksual oleh majikan, dan meminta jaminan asrama yang layak agar bisa hidup layaknya manusia biasa.

Youn Yuh-jung Memenangkan Penghargaan Aktris Pendukung Terbaik Oscar

Aktor Youn Yuh-jung memenangkan penghargaan aktris pendukung terbaik di American Academy Awards ke-93.

Pada upacara penghargaan yang diadakan pada 25 April waktu setempat, Yoon Yeo-jeong menerima Oscar untuk Aktris Pendukung Terbaik untuk peran Soon-ja, nenek di film Minari.

Youn merupakan aktris Korea pertama yang mendapatkan Oscar dan meripakan aktris kedua yang mendapatkan Oscar.

Minari adalah film otobiografi yang disutradarai oleh sutradara Korea-Amerika Lee Isaac Chung, yang menggambarkan kesedihan dan harapan generasi pertama imigran Korea yang pindah ke Arkansas, AS.

Hati-hati dengan Pekerjaan Paruh Waktu Bergaji Tinggi bagi Mahasiswa

Kisah seorang mahasiswa internasional yang ditangkap karena pekerjaan paruh waktu ilegal di Korea Selatan dilaporkan melalui media lokal di Indonesia.

Menurut informasi, pada Januari 2021, mahasiswa internasional yang berasal dari Indonesia bernama A ditangkap oleh polisi Korsel atas tuduhan kejahatan penipuan melalui telepon.

A melihat tawaran pekerjaan paruh waktu bergaji tinggi yang ditawarkan oleh organisasi kriminal penipuan melaui telepon, lalu melakukan pekerjaan pengiriman uang tunai.

Jumlah pengiriman uang tersebut adalah 36 juta won, dan diketahui bahwa A saat ini sedang menunggu persidangan di Penjara Chuncheon.

Mahasiswa internasional yang dapat bekerja paruh waktu dalam kerangka hukum, harus berhati-hati agar tidak menjadi subjek kejahatan seperti penipuan lewat telepon maupun SMS.